Organisme Pengganggu Tumbuhan Bagian 2: Golongan Patogen
Proses perubahan fisiologis yang dialami tumbuhan ditampilkan sebagai perubahan morfologis yang berbeda dengan morfologi tumbuhan sehat; perubahan tampilan morfologis tersebut dikenal sebagai gejala (symptom). Sering kali pula, pada bagian tanaman yang bergejala penyakit tampak pertumbuhan patogen yang juga menyebabkan tampilan morfologis tumbuhan menjadi berubah; pertumbuhan patogen pada permukaan bagian tanaman bergejala penyakit disebut tanda (sign). Jadi, gejala berkaitan dengan tumbuhan inang, tanda berkaitan dengan patogen. Karena gejala dan tanda penyakit yang disebabkan oleh jenis patogen tertentu bersifat khas maka gejala dan tanda penyakit digunakan untuk member nama penyakit. Meskipun gejala bersifat khas, tetapi dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok utama: (1) gejala kematian jaringan (necrosis), (2) gejala pertumbuhan berlebihan (hyperplasia), dan (3) gejala pertumbuhan terhambat (hypoplasia). Gejala juga dapat dibedakan menjadi lokal bila terjadi hanya pada bagian tertentu tanaman atau sistemik bila terjadi pada individu tanaman secara keseluruhan.
Mengingat gejala dan tanda sering digunakan sebagai nama penyakit tumbuhan maka mempelajari penyakit tumbuhan dimulai dari mempelajari gejala dan tanda penyakit. Dua gambar berikut ini merupakan contoh gejala dan tanda penyakit:
|
|
Di antara ketiga golongan organisme tersebut, jamur merupakan penyebab lebih dari 85% penyakit tanaman. Jamur juga sering disebut cendawan, tetapi dalam tulisan ini istilah cendawan digunakan sebabai padanan dari mushroom dan kapang sebagai padanan dari mold, keduanya merupakan kategori tertentu jamur. Dahulu jamur dikira merupakan kerabat dekat tumbuhan sehingga dipelajari dalam botani (ilmu mengenai tumbuhan), tetapi sekarang terbukti bahwa jamur lebih berkerabat dekat dengan binatang daripada dengan tumbuhan. Tubuh jamur terdiri atas sel yang telah mempunyai dinding inti (prokaryotik), bersifat uniseluler atau multiseluler. Jamur multiseluler terdiri atas sel-sel memanjang menyerupai benang yang disebut hifa, baik bersekat maupun tidak bersekat. Perkembangbiakan jamur berlangsung secara vegetatif maupun generatif dengan berbagai macam organ perkembangbiakan. Silahkan baca tulisan mengenai jamur untuk mempelajari secara lebih mendalam golongan organisme ini. Sebagaimana dengan golongan organisme lainnya, tidak semua jamur dapat berstatus sebagai OPT, banyak di antaranya justru menguntungkan manusia (sebagai bahan makanan, pengurai sampah dan serasah, membantu tanaman menyerap air dan unsur hara, dab.). Jenis-jenis jamur yang dapat berstatus sebagai OPT merupakan jenis-jenis yang memperoleh makanan dari tanaman, baik dengan cara memarasit sel tanaman hidup maupun dengan cara terlebih dahulu mematikan sel tanaman.
Golongan organisme yang juga dapat berstatus sebagai patogen tanaman adalah bakteri (bacterium, jamak bacteria). Jumlah jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit tumbuhan memang tidak sebanyak jumlah jenis jamur, tetapi penyakit yang disebabkan oleh bakteri pada umumnya merupakan penyakit yang mematikan. Bakteri merupakan organisme uniseluler yang intinya tidak diselaputi oleh dinding inti (prokaryotik), berkembang hanya secara vegetatif dengan cara membelah atau bertunas, menghasil keturunan yang merupakan klon dari induknya dengan sangat cepat. Meskipun berbiak hanya secara vegetatif, bukan berarti keturunan bakteri akan selalu sama dengan induknya. Bakteri mempunyai cara tersendiri dengan organisme lain dalam hal menghasilkan keturunan dengan sifat yang berbeda dari induknya, yang dikenal sebagai transfer gen horizontal (horizontal gene transfer) yang mencakup transformasi (transformation), transduksi (transduction), dan konjugasi (conjugation). Silahkan baca tulisan mengenai bakteri untuk mempelajari bakteri secara lebih rinci. Dengan mekanisme ini memungkinkan jamur mengembangkan kemampuan untuk memperbaiki kemampuannya menimbulkan penyakit pada tumbuhan, di samping kemampuan untuk hidup pada kondisi lingkungan yang sangat ekstrem. Bakteri penyebab penyakit tumbuhan menimbulkan gejala dan tanda penyakit khas yang berbeda dengan gejala dan tanda penyakit yang disebabkan oleh jamur.
Virus merupakan golongan patogen yang juga tidak kalah penting. Mengingat virus bukan merupakan sel sedangkan sel merupakan satuan dasar organisme maka nmasih diperdebatkan apakah virus sebenarnya merupakan organisme atau bukan. Satuan dasar virus adalah hanya asam nukleat (nucleic acid), baik asam ribonukleat (ribonucleic acid atau RNA) maupun asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid atau DNA) sebagai virion atau partikel dasar yang diselaputi oleh lapisan protein yang disebut kapsid (capsid). Silahkan baca tulisan mengenai virus untuk mempelajari virus secara lebih rinci. Dengan struktur seperti itu, virus tidak dapat hidup secara mandiri, melainkan selalu harus berasosiasi dengan organisme lain melalui proses perkembangbiakan yang dilakukan dengan cara membajak RNA atau DNA organisme yang dibajaknya. Dengan demikian maka dapat dipahami bahwa virus hidup sebagai patogen, entah pada tumbuhan maupun pada organisme golongan lain. Pada tumbuhan, virus menimbulkan gejala penyakit khas yang berbeda dengan gejala yang ditimbulkan oleh jamur maupun oleh bakteri.
Perkembangan penyakit tumbuhan berlangsung melalui suatu proses yang disebut daur penyakit (disease cycle). Daur penyakit ini dimulai dari proses infeksi (infection), yaitu proses masuk dan bertumbuhnya patogen dalam tubuh tanaman inang. Terjadinya proses infeksi dapat dilihat dari timbulnya gejala awal yang disebut luka (lession) yang selanjutnya berkembang menjadi gejala yang dapat pula disertai dengan timbulnya tanda penyakit. Proses ini dilanjutkan dengan proses produksi organ pencar dalam berbagai bentuk, misalnya spora generatif, spora vegetatif, dan bahkan potongan RNA atau DNA. Proses produksi organ pencar ini ditandai dengan timbulnya tanda penyakit. Organ pencar ini, setelah nanti sampai pada tumbuhan inang, disebut inokulum (inoculum). Organ pencar patogen memencar dengan bantuan angin, air, tanah, peralatan pertanian, dan bahkan vektor. Inokulum pertama yang menginfeksi tanaman sehat disebut inokulum primer. Penyakit berkembang seiring dengan perkembangan gejala yang disebabkan oleh inokulum primer maupun oleh inokulum sekunder, yaitu inokulum yang diperoduksi dari tanaman yang terinfeksi oleh inokulum primer. Demikian seterusnya sehingga terjadi perkembangan penyakit (disease progress).
Jamur, bakteri, dan virus menimbulkan banyak penyakit pada berbagai jenis tanaman. Silahkan baca dan pelajari jenis-jenis penyakit yang terdapat pada tanaman tertentu. Baca dan pelajari jenis-jenis penyakit pada tanaman pangan pokok padi, jagung, cantel, ubi kayu, dan ubi jalar serta tanaman palawija seperti kacang hijau, kacang tanah, kacang turis, dan kedelai. Baca dan pelajari juga jenis-jenis penyakit pada tanaman perkebunan cengkeh, kakao, kapas, kelapa, kopi, mente, tebu, dan vanili. Juga penyakit tanaman sayuran seperti kubis-kubisan dan labu-labuan serta penyakita tanaman buah-buahan seperti apokat, jeruk, mangga, nenas, pepaya, dan pisang. Begitu banyak jenis penyakit tanaman, masing-masing dengan kemampuan merusak yang berbeda-beda, sehingga dapat dibayangkan berapa besar kerugian yang ditimbulkannya.

No comments